An Analysis of Translation Procedures of The Terms Used in English Version of “Facebook” Social Networking Website Into Its Bahasa Indonesia Version

ABSTRACT


This paper is entitled “An Analysis of Translation Procedures of The Terms Used in English Version of “Facebook” Social Networking Website Into Its Bahasa Indonesia Version“. It analysed the translation of the terms used in English Version “Facebook” Website and its translation into Bahasa Indonesia Version. The theory applied to analyse the data is Vinay and Dalbernet’s Translation Procedures Theory. This theory divided the translation method into 2 (two), i.e : (1) Literal Translation that covers (a) borrowing, (b) calque, dan (c) literal translation and (2) Oblique Translation covering (d) transposition, (e) modulation, (f) Equivalence dan (g) adaptation.

From the result of analysis, it is found that from 7 (seven) types of Translation Procedures, there are only 3 (three) types procedures that occur in the analyzed data. They are :(1) borrowing, (2) literal translation and (3) transposition. And from the three types, Borrowing is the most dominant type of translation procedures that occur in the analyzed data.

Key words : borrowing, calque, literal translation, transposition, modulation, equivalence and adaptation.


INTRODUCTION

Background

Nowadays, it seems  to be impossible to separate our daily life from computer and Internet. In fact, internet becomes very important for us that it is really affecting society’s life. There is no distance when we are using internet service. People can get in touch with their family, colleagues or friends even if they are separated  thousand miles  just in one click and a second waiting. Most traditional communications media, such as telephone and television services, are reformed or redefined using the technologies of the Internet, Newspaper publishing has been reshaped into Websites, Blogging and Web feeds. The Internet has also enabled or accelerated the creation of new forms of human interactions through Instant messaging, Internet forums and Social Networking sites.

A social networking service usually focuses on building and reflecting of social relations among people. Social networking sites allow users to share ideas, activities, events, and interests within their individual networks. Web based social network services make it possible to connect people who share interests and activities across political, economic, and geographic borders.

One of the most popular Social Networking services in the world is Facebook. Launched in February 2004 by Mark Zuckerberg, one of Harvard University students, Facebook has  more than 500 million active users around the world.  It has really become a phenomena all around the world. Anyone can sign up for Facebook and interact with the people they know in a trusted environment. Users can add people as friends and send them messages, and update their personal profiles to notify friends about themselves. Additionally, users can join networks organized by workplace, school, or college. Something that makes it acceptable and popular almost in all country in the world is because Facebook has already been translated into about 110 languages, including Bahasa Indonesia.

In general, the purpose of translation is to reproduce various kinds of texts—including religious, literary, scientific, and philosophical texts—in another language and thus making them available to wider readers. As means of communication, translation is known as a technique for learning foreign languages. According to Meetham and Hudson (1969) in Bell (1991:13), translation is:

The process or result o f converting information from one language into another. The aim is to reproduce as accurately as possible all grammatical and lexical features of the Source Language original by finding equivalents in the target language. At the same time all factual information in the original text must be retained in the translation.

Read more

The Interview With God

One of my colleagues sent me this Poem several days ago…

No matter what you believe, this is beautiful.
….it’s worth….Absolutely Breathtaking….


I dreamed I had an interview with God.

“So you would like to interview me?” God asked.

“If you have the time” I said.

God smiled. “My time is eternity.”
“What questions do you have in mind for me?”

“What surprises you most about humankind?”
God answered…
“That they get bored with childhood,
they rush to grow up, and then
long to be children again.”

“That they lose their health to make money…
and then lose their money to restore their health.”

“That by thinking anxiously about the future,
they forget the present,
such that they live in neither
the present nor the future.”

“That they live as if they will never die,
and die as though they had never lived.”

God’s hand took mine
and we were silent for a while.

And then I asked…
“As a parent, what are some of life’s lessons
you want your children to learn?”

“To learn they cannot make anyone
love them. All they can do
is let themselves be loved.”

“To learn that it is not good
to compare themselves to others.”

“To learn to forgive
by practicing forgiveness.”

“To learn that it only takes a few seconds
to open profound wounds in those they love,
and it can take many years to heal them.”

“To learn that a rich person
is not one who has the most,
but is one who needs the least.”

“To learn that there are people
who love them dearly,
but simply have not yet learned
how to express or show their feelings.”

“To learn that two people can
look at the same thing
and see it differently.”

“To learn that it is not enough that they
forgive one another, but they must also forgive themselves.”

“Thank you for your time,” I said humbly.

“Is there anything else
you would like your children to know?”

God smiled and said,
“Just know that I am here… always.”

-author unknown

Nah, seperti biasa bagi Anda yang pengen langsung tau versi Bahasa Indonesianya atau lagi males buka-buka Kamus,

kira-kira kalau di-Bahasa Indonesia-kan akan seperti berikut

Read more

Our Attitude Toward Life

Poem dibawah ini saya dapat ketika iseng-isengan Goggling…

Ngerasa tertarik karna sarat makna ‘n inspiring banget (ce’ileh….ngomongnya….) maka saya paste di Blog ini deh….
Semoga bisa bermanfaat juga buat pembaca….

*********************

Life is Best for those who want to Live it,
Life is Difficult for those who want to Analyze it,
Life is worst for those who want to Criticize it,
Our Attitude Defines Life …

Enjoy Your Life,
Laugh so Hard That even Sorrow Smiles at You,
Live Life so Well That even Death Loves to see you Alive,
Fight so Hard That even Fate accepts its Defeat …

Our Attitude Defines Life

Life is BEST for those who want to


Nah, buat yang males buka-buka kamus untuk tau terjamahannya, nih saya coba terjemahkan :

Sikap Kita Terhadap Kehidupan

Hidup adalah terbaik bagi mereka yang mau menjalaninya….

Hidup itu susah bagi mereka yang mau menganalisanya…

Hidup itu adalah hal yang terburuk bagi mereka yang mengkritiknya….

Sikap kita dalam hidup menjelaskan bagaimana hidup itu….

Nikmati hidupmu,

Tertawalah sekerasnya hingga derita pun tersenyum padamu….

Jalani hidup dengan sebaik-baiknya hingga Kematian pun senang melihatmu hidup….

Berjuanglah dengan keras hingga takdir pun menerima kekalahannya….

Sikap kita dalam hidup menjelaskan bagaimana hidup itu….

Hidup adalah terbaik untuk mereka yang menginginkannya…..

“Negosiasi Yang Efektif” (Mencari Konsensus)

HÉCTOR COLINDRES, MSH/LMS PROGRAM
Negosiasi : Suatu Proses yang Sering Dipakai Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Walaupun anda mungkin tidak menyadarinya, kita sering menghabiskan banyak waktu untuk hal yang berkaitan dengan situasi dimana kita harus bernegosiasi dan menjalani proses pencarian konsensus. Sebagai contoh, ketika anda menginginkan harga yang lebih murah dari sebuah produk yang ditawarkan di pasar, pada saat anda menginginkan promosi dalam jabatan, pada saat anda akan membayar debit kartu kredit, atau saat pasangan anda ingin menghabiskan akhir minggu dengan keluarganya dan anda ingin bersama keluarga anda, anda akan bernegosiasi. Menurut William Ury, Pendiri Program Negosiasi Universitasy Harvard, orang-orang menghabiskan 50 – 70 % waktu mereka dengan bernegosiasi dan mencoba untuk mencapai persetujuan. Dalam kehidupan saat ini, dengan begitu banyak perubahannya, persentase ini tampaknya terus meningkat.
Mayoritas orang-orang cenderung bernegosiasi untuk mencapai suatu persetujuan, tergantung pada kemungkinannya. Akan tetapi, isu utama saat ini adalah bagaimana kita melakukannya? Apakah kita mencapai persetujuan yang benar-benar menguntungkan pihak-pihak terkait? Seringkali kita percaya akan intuisi kita. Akan tetapi, sikap kita sangatlah penting dalam hal ini, dan secara langsung terkait dengan nilai-nilai, prinsip dan paradigma kita, yang mana semua itu menentukan ketertarikan kita pada sesuatu dan juga perilaku kita. Sangat disadari bahwa mencapai suatu konsensus bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Kebanyakan professional cenderung menghindari diskusi dan dan cenderung tidak tertarik untuk mendengarkan orang lain, karena hal ini terkait dengan penghematan waktu dan usaha untuk mencapai konsensus. Mereka cenderung mengadopsi suatu posisi. Tetapi, apakah artinya semua ini? Dari beberapa sudut pandang, tujuan dari suatu negosiasi adalah “menang”. Permainan ini melibatkan pencarian posisi, membuat konsensus hanya pada kasus-kasus yang merupakan pengecualian, tidak mempercayai pihak lain, dan untuk keluar menjadi pemenang dalam segala konfrontasi.
Dalam lingkungan kerja saat ini, negosiasi menjadi satu dari keterampilan yang sangat penting untuk Manager. Tetapi, pendekatan ini dan cara tradisional dalam melakukan sesuatu berubah menjadi pencarian konsensus. Pada saat suatu organisasi menjadi kurang berheirarki, dan bergerak ke arah horisontalisasi, peningkatan kapasitas dan kompetensi staf, diadopsilah cara komunikasi yang terbuka. Manager senior lebih sedikit memberikan perintah dan sebaliknya dipaksa untuk setuju atas pendapat karyawannya dalam pengambilan keputusan dan mereka cenderung memiliki sangat sedikit kekuasaan atau bahkan tidak sama sekali. Dengan perkembangan jaman saat ini, proses modernisasi dan globalisasi saat ini, bahkan telah memberikan tantangan yang lebih besar. Kita harus belajar berkomunikasi secara efektif, dan bernegosiasi dan mencapai persetujuan dengan orang-orang dengan latar belakang ketertarikan dan profesi yang berbeda, dan dari organisasi dan bahkan budaya yang berbeda pula.
Sehingga, perlu adanya pendekatan yang berbeda : pencarian consensus, dimana pihak-pihak yang terlibat menghormati yang lainnya sebagai sejawat dan tujuannya bukanlah “menang” melainkan “mencapai persetujuan”. Keputusan dicapai setelah meninjau beberapa “ pilihan atau alternative” yang berdasarkan atas rasa hormat dan kepercayaan, serta menghindari konfrontasi. Read more

Cermin Dua Arah

***Diterima Dari Milis Seorang Sahabat***

Bagaimana mengenal secara pasti “Cermin 2 Arah?”

Ketika kita masuk ke toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti pakaian, dan lain-lain, seberapa besar anda yakin bahwa cermin yang tergantung di dinding dan kelihatannya seperti cermin biasa itu memang benar-benar cermin biasa, atau sebenarnya itu adalah cermin dua arah (orang di belakang cermin dapat melihat anda, sementara anda tidak dapat melihat mereka).

Banyak tempat dimana orang memasang cermin 2 arah di dalam ruang ganti pakaian wanita, namun tidak menutup kemungkinan juga di ruang ganti lelaki. Adalah sangat sulit untuk secara jelas mengindentifikasi permukaannya hanya dengan melihatnya saja.

Saatnyalah kita untuk berhati-hati.

Lalu, bagaimana kita dapat menentukan dengan pasti apakah cermin tersebut adalah cermin biasa atau cermin 2 arah?

Kalau ruang kepolisian, sudah bisa dipastikan cerminnya 2 arah tapi untuk di Public Area do this thing:

Lakukanlah TEST SEDERHANA (Test Kuku Jari)

• Letakkan ujung kuku anda di atas permukaan cermin.

• Jika ada jarak (gap) antara kuku anda dan bayangan kuku anda di cermin, bisa dikatakan bahwa cermin itu adalah cermin biasa (selamat).

• Tetapi, jika kuku anda langsung menyentuh bayangan kuku anda di cermin, hati-hatilah, karena benda itu adalah cermin 2 arah !

Karena itu ingatlah selalu, setiap kali anda melihat cermin di tempat-tempat umum seperti disebutkan di atas, lakukanlah “TEST KUKU JARI”. Tidak perlu membayar. Mudah dilakukan, dan ini mungkin bisa menyelamatkan anda dari “PERKOSAAN VISUAL” Para wanita: agih tahu teman-teman anda yang lain. Para pria: beri tahu istri, anak perempuan atau teman wanita anda.

Biar Maling HP Jera…

Dari teman di FB:

Akhir-akhir ini sering terjadi pencurian HP, baik ditempat-tempat umum, dilampu merah perempatan jalan (dengan memaksa!), di halte, bis, didalam kendaraan umum dan lain-lain.

Setiap HP memiliki 15 digit serial number yang unique (IMEI), artinya: tidak mungkin sama dengan HP lainya.

Untuk mencatat nomor ini, pencet di HP anda.
Pertama tekan : * # 0 6 #
Lalu tekan : tanda panah (arrow) atau ok
Selanjutnya : Pada layar akan tampil 15 digit kode.

Catat nomor ini dan simpan di tempat yang aman.
Jangan simpan di dompet, lebih baik ditinggalkan di rumah atau kantor, yang kira2 menurut anda aman.

Apabila HP anda dicuri, hubungi operator kartu SIM anda dan beritahukan kode ini. Mereka akan dapat melakukan blocking sehingga HP tersebut tidak dapat digunakan sama sekali walaupun ditukar kartunya karena yang di block adalah HP nya dan bukan nomor panggilan HP.

Kemungkinan besar memang HP anda tidak akan kembali lagi…. Namun paling tidak orang jahat juga sama sekali tidak bisa menggunakannya (biar nggak keenakan).

Sehingga kalau semua (atau sebagian besar) HP – HP yang dicuri tidak bisa berfungsi, maka dipasar gelap harganya akan jatuh, dan diharapkan trend pencurian HP sudah nggak mode lagi…

Menghadapi Rekan Kerja Dengan Gap Usia yang Relatif Lebar

Dimanapun kita berada dalam suatu komunitas, sudah barang tentu kita akan dihadapkan dengan berbagai macam karakteristik orang. Begitu juga di dunia kerja. Bahkan masalah yang lebih kompleks dapat muncul disini. Kita akan berhadapan dengan orang dengan berbagai perbedaan background disiplin ilmu, latar belakang budaya, senioritas, dan juga gap usia yang begitu lebar antara anda dengan rekan kerja anda yang seringkali juga dapat menimbulkan berbagai macam problem. Kita harus mampu menghadapi berbagai macam karakteristik dan tempramen rekan kerja kita karena itu akan berimbas pada suasana kerja di kantor anda. Sebagai satu Teamwork, Anda akan bertemu dengan mereka setiap hari dan anda pasti akan memerlukan dukungan atau bantuan dari mereka dalam menyelesaikan tugas anda sehari-hari. Nah, apa saja masalah yang mungkin timbul dan bagaimanakah menghadapi rekan kerja yang usainya terpaut sangat jauh dengan kita ? Read more

Ketika Keselamatan Diri Tidak Lebih Berharga dari Material Duniawi…

Beberapa hari yang lalu, ketika aku mengendarai sepeda motorku untuk mencari penjual juice di kawasan Renon dekat kantorku, aku melihat seorang gadis yang mengendarai sepeda motor matic terjatuh di pinggir jalan. Akupun memperlambat laju kendaraanku dan berhenti di tempat jatuhnya gadis itu. Untungnya dia tidak mengalami luka yang terlalu parah. Tetapi ada satu luka terbuka di kaki kirinya.

Tetapi yang kuherankan, gadis itu malah terlihat tidak perduli dengan kondisi tubuhnya ataupun luka di kakinya. Yang terlihat olehku malah dengan wajah yang panik dia sibuk mengambil sesuatu di tasnya.. Dia mengeluarkan dua buah handphone, satu berjenis QWERTY, seperti trend saat ini dan satu lagi berjenis bar biasa. Terdengar olehku dia berkata sendiri, “Ah, untung HP ku ga kenapa-kenapa…”Waduh, ternyata dia lebih memikirkan kondisi Handphonenya daripada kondisi dirinya sendiri… Baru setelah dia mencoba berdiri dia menyadari bahwa kakinya sudah berdarah….

Kejadian diatas membuatku mem-flashback memory di chip otakku pada pengalamanku sendiri beberapa tahun silam, tepatnya saat aku masih kuliah di Sastra Inggis UNUD tahun ke-2. Saat itu, aku dan teman karibku, Novita, hendak pulang kampung di akhir minggu.

Di tengah perjalanan di kawasan bypass Ngurah Rai, tiba-tiba ban sepeda motorku meletus akibat tertusuk paku. Maka kamipun terjatuh dan terseret beberapa meter bersama motorku. Untungnya arah jatuh kami ke arah pinggir jalan, sehingga tidak tertabrak oleh kendaraan di belakang kami.

Saat itu, yang pertama terlintas dalam pikiranku adalah sepatu Nevada baru yang kupakai…Aku baru membelinya sehari sebelumnya dengan menyisihkan uang bulanan pemberian orangtuaku… Sudah lama aku menginginkan sepatu model itu..Akupun melihat kondisi sepatuku.. Ya ampun, ternyata lumayan parah..!!! Yang sebelah kiri, terdapat robekan di bagian depan dan tali belakangnya terputus.. Sedangkan yang kanan tidak mengalami kerusakan yang berarti… “ Luh Ade, sepatuku..!!!” aku berseru pada temanku… Ternyata, temanku ini juga memiliki pemikiran yang tidak jauh berbeda denganku.. Dia lebih memikirkan Jaket barunya yang dibelikan oleh Bapaknya seminggu sebelumnya, yang juga robek di beberapa bagian…. Setelah beberapa orang datang menolong kami baru kami sadari bahwa ada beberapa luka di tubuh kami. Aku mengalami luka lecet yang lumayan luas di kaki kiriku. Sedangkan temanku Novita mengalami luka kecil di tangannya dan dagunya…

Kalau kuingat kejadian itu, rasanya pingin ketawa… Koq bisa-bisanya ya disaat seperti itu kami lebih memikirkan “keselamatan” benda-benda kesayangan kami daripada nyawa kami sendiri yang saat itu nyaris direnggut maut…

Coba bayangkan seandainya kami terjatuh ke arah jalanan dan dari belakang ada mobil Trailer yang melintas… Mungkin cerita ini tidak akan sempat kalian ketahui….

Detik-Detik Eksekusi Si Hemorroid

Pagi itu, sesuatu yang aku takutkan terjadi selama setahun belakangan ini akhirnya terjadi juga. Hemorroid yang telah aku derita selama kurang lebih 7 tahun dan memburuk sejak aku melahirkan bidadariku, Nindya, dengan persalinan normal, telah menjadi sangat parah saat ini, sudah memasuki Grade IV kalau aku sesuaikan dengan literature yang aku baca di internet maupun dari penjelasan Dokter Bedah yang menangani aku saat penyakit yang benar-benar menyakitkan ini kambuh sekitar setahun yang lalu.

Yah, setahun yang lalu, saat aku masih bekerja di salah satu klinik internasional di Denpasar ini, penyakit ini juga sempat kambuh lumayan parah. Sudah memasuki Grade III dan saran dari Dokter Bedah di RS Surya Husada, dr. Eka Kusmawan Sp.B, satu-satunya jalan biar tidak kambuh lagi ya dengan tindakan pembedahan alias operasi itu…Saat itu nyaliku benar-benar ciut mendengar kata operasi. Apalagi ditambah lagi salah satu sepupuku pernah menjalani operasi ini dan harus melalui masa penyembuhan yang sangat lama. Maka dari informasi yang aku dapatkan dari teman kerja, akhirnya aku berobat salah satu Dokter di timur pulau Bali ini. Dua kali menjalani pengobatan terapi suntik disana (yang aku sendiri tidak yakin apakah itu aman buatku untuk jangka panjangnya), keluhan yang aku rasakan lumayan kerkurang. Apalagi dengan obat-obata analgesic dan anti radang yang lumayan paten dari klinik tempat aku bekerja, akhirnya berangsur-angsur aku bisa kembali beraktifitas meski penyakitnya belum tuntas sama sekali dan aku sadar suatu saat nanti akan ada kemungkinan menjadi lebih parah lagi mengingat aktifitas di tempat kerja yang lumayan penuh dengan stress dan high pressure… Read more

10 Deadly Sins of Negative Thinking

The way to overcome negative thoughts and destructive emotions is to develop opposing, positive emotions that are stronger and more powerful.” – Dalai Lama

Life could be so much better for many people, if they would just spot their negative thinking habits and replace them with positive ones.

Negative thinking, in all its many-splendored forms, has a way of creeping into conversations and our thinking without our noticing them. The key to success, in my humble opinion, is learning to spot these thoughts and squash them like little bugs. Then replace them with positive ones. You’ll notice a huge difference in everything you do.

Let’s take a look at 10 common ways that negative thinking emerges — get good at spotting these patterns, and practice replacing them with positive thinking patterns. It has made all the difference in the world for me. Read more

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.