Ketika Keselamatan Diri Tidak Lebih Berharga dari Material Duniawi…

Beberapa hari yang lalu, ketika aku mengendarai sepeda motorku untuk mencari penjual juice di kawasan Renon dekat kantorku, aku melihat seorang gadis yang mengendarai sepeda motor matic terjatuh di pinggir jalan. Akupun memperlambat laju kendaraanku dan berhenti di tempat jatuhnya gadis itu. Untungnya dia tidak mengalami luka yang terlalu parah. Tetapi ada satu luka terbuka di kaki kirinya.

Tetapi yang kuherankan, gadis itu malah terlihat tidak perduli dengan kondisi tubuhnya ataupun luka di kakinya. Yang terlihat olehku malah dengan wajah yang panik dia sibuk mengambil sesuatu di tasnya.. Dia mengeluarkan dua buah handphone, satu berjenis QWERTY, seperti trend saat ini dan satu lagi berjenis bar biasa. Terdengar olehku dia berkata sendiri, “Ah, untung HP ku ga kenapa-kenapa…”Waduh, ternyata dia lebih memikirkan kondisi Handphonenya daripada kondisi dirinya sendiri… Baru setelah dia mencoba berdiri dia menyadari bahwa kakinya sudah berdarah….

Kejadian diatas membuatku mem-flashback memory di chip otakku pada pengalamanku sendiri beberapa tahun silam, tepatnya saat aku masih kuliah di Sastra Inggis UNUD tahun ke-2. Saat itu, aku dan teman karibku, Novita, hendak pulang kampung di akhir minggu.

Di tengah perjalanan di kawasan bypass Ngurah Rai, tiba-tiba ban sepeda motorku meletus akibat tertusuk paku. Maka kamipun terjatuh dan terseret beberapa meter bersama motorku. Untungnya arah jatuh kami ke arah pinggir jalan, sehingga tidak tertabrak oleh kendaraan di belakang kami.

Saat itu, yang pertama terlintas dalam pikiranku adalah sepatu Nevada baru yang kupakai…Aku baru membelinya sehari sebelumnya dengan menyisihkan uang bulanan pemberian orangtuaku… Sudah lama aku menginginkan sepatu model itu..Akupun melihat kondisi sepatuku.. Ya ampun, ternyata lumayan parah..!!! Yang sebelah kiri, terdapat robekan di bagian depan dan tali belakangnya terputus.. Sedangkan yang kanan tidak mengalami kerusakan yang berarti… “ Luh Ade, sepatuku..!!!” aku berseru pada temanku… Ternyata, temanku ini juga memiliki pemikiran yang tidak jauh berbeda denganku.. Dia lebih memikirkan Jaket barunya yang dibelikan oleh Bapaknya seminggu sebelumnya, yang juga robek di beberapa bagian…. Setelah beberapa orang datang menolong kami baru kami sadari bahwa ada beberapa luka di tubuh kami. Aku mengalami luka lecet yang lumayan luas di kaki kiriku. Sedangkan temanku Novita mengalami luka kecil di tangannya dan dagunya…

Kalau kuingat kejadian itu, rasanya pingin ketawa… Koq bisa-bisanya ya disaat seperti itu kami lebih memikirkan “keselamatan” benda-benda kesayangan kami daripada nyawa kami sendiri yang saat itu nyaris direnggut maut…

Coba bayangkan seandainya kami terjatuh ke arah jalanan dan dari belakang ada mobil Trailer yang melintas… Mungkin cerita ini tidak akan sempat kalian ketahui….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: